Say No to "Stress Kerja" - TAWANITA
Headlines News :

Say No to "Stress Kerja"

Update TAWANITASenin, 28 Mei 2012 | 23.02


Tawanita - Modernisasi membuat orang semakin rajin bekerja? Mungkin juga. Tapi ternyata tidak semuanya merasa senang. Hasil statistik di Amerika Serikat menunjukkan bahwa 40% pekerja merasa pekerjaannya sangat menekan. Bahkan di tengah lautan stres seperti saat ini, 25% pekerja di Amerika Serikat menganggap pekerjaan adalah hal yang paling menekan dalam kehidupan mereka. 
 

Tekanan atau stres pada batas tertentu memang diperlukan. Adanya stres seseorang bisa bekerja memenuhi target. Tapi stres yang berlebihan ternyata bisa menimbulkan penyakit seperti radang lambung sampai gangguan jantung. Lalu apa tanda-tanda seseorang mengalami stres karena pekerjaan, dan bagaimana mengatasinya? Di tengah lautan stres seperti saat ini, menurut Drs. Alexander Sriewijono, psikolog dan konsultan sumber daya manusia, memang cukup sulit menentukan apakah seseorang menderita stres kerja atau masalah lain. Ada beberapa tanda yang bisa dijadikan indikator bahwa stres yang dialami seseorang berasal dari pekerjaan, antara lain:

1. Pelupa
Stres karena pekerjaan bisa membuat orang menjadi pelupa. Hal ini menunjukkan bahwa ia sudah kelebihan informasi sehingga tidak mampu menyimpannya lagi.

2. Kurang konsentrasi
Kurang konsentrasi bisa tampak dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan. Ini bisa merupakan salah satu gejala adanya upaya untuk melakukan banyak hal dalam waktu singkat. Hal ini bisa disebabkan karena lemahnya pengaturan kerja.

3. Atensi menurun
Saat stres, tubuh seperti kelebihan beban. Untuk mengurangi beban, maka seseorang menjadi ‘buta’ pada kejadian atau situasi di sekitarnya sehingga tidak bisa melihat detil dan tidak bisa melihat perubahan.

4. Tidak bersemangat

Dengan menghabiskan semua energi pada masalah-masalah yang timbul pada saat bekerja membuat Anda tidak memiliki energi untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Anda meletakkan tugas sebagai hal yang utama padahal Anda juga tidak merasa dihargai.

5. Mudah tersinggung
Stres membuat kepekaan terhadap kebutuhan orang lain menurun. Dalam keadaan stres, Anda akan merasa orang lain sebagai pengganggu sehingga Anda menjadi tidak sabar. Hubungan dengan orang-orang di sekitar Anda lebih banyak diwarnai konflik bahkan permusuhan.

6. Muncul gangguan-gangguan penyakit

Stres yang kronis lama kelamaan akan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan mulai daari sekedar pegal-pegal sampai gangguan jantung. Penyakit yang paling sering dialami para eksekutif menurut Alex, adalah gangguan lambung.

7. Berhenti bukanlah jawaban

Pemecahan masalah stres kerja tampaknya mudah, misalnya kurangi waktu kerja atau cari pekerjaan lain yang kurang menekan. Tapi cara itu ternyata tidak selalu tepat bagi setiap orang bahkan mungkin justru memperburuk keadaan. Mengurangi waktu kerja, misalnya menjadi pekerja part time, bisa menambah stres jika ada pemotongan gaji atau menghambat karier.
Jadi daripada mengambil keputusan yang kemudian akan disesali, Alex menyarankan penderita melakukan analisa diri, yaitu meruntut kembali apa masalah yang sesungguhnya. “Jika Anda merasa pekerjaan Anda terlalu banyak, mungkin kunci permasalahannya terlatak pada komunikasi Anda dengan atasan. Mungkin Anda tidak berani untuk mengatakan ‘tidak‘. Atau, jika Anda pimpinan, mungkin Anda kurang memberi kesempatan pada bawahan sehingga Anda harus menangani sendiri semua masalah.?
Sarankan
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
previous previous
 
Home | Profile | Contact Us | Advertise | Join Us
Desain website dikutip.com
All Right Reserved - tawanita | Inspiring For Woman
CreavindoGroup 2010 - 2012 ©
Copyright © 2012 Creative Globalindo Group - All rights reserved