Tawanita - Dalam berkarier salah satu hal yang penting adalah kedisiplinan. Misalnya soal jam masuk kantor. Persoalan ini sering diabaikan, padahal dampaknya bisa sangat besar. Dengan 4 langkah berikut ini tak ada lagi kebiasaan sering datang telat.
Cari keuntungannya
Langkah pertama untuk membuat kita lebih tepat waktu adalah menyiapkan ”hadiah” yang akan diberikan untuk diri sendiri. Tak ada salahnya berpikir sedikit egois, kira-kira apa timbal-balik yang akan saya dapatkan kalau saya on time, dan apa dampaknya kalau saya terlambat datang dalam sebuah acara.
Dengan kata lain, cari tau apa untung ruginya untuk anda. Hindari kata-kata yang bersifat umum seperti reputasi di kantor. Buatlah lebih spesifik lagi, misalnya, kalau saya terlambat maka gaji akan dipotong, atau kalau saya datang lebh awal, pekerjaan lebih cepat selesai dan bisa pulang lebih awal.
Ubah pola pikir
Orang-orang yang sering telat biasanya melakukan hal berikut. Yakni memajukan jam 10 menit lebih awal agar punya waktu untuk bersiap dan berangkat lebih awal.
Kenyataannya, karena hanya petunjuk waktunya saja yang berubah, pola pikirnya tidak. Akibatnya kita tetap saja bersikap santai karena tahu masih ada waktu beberapa menit lagi.
Bila ingin berhasil mengubah kebiasaan, ubah juga pola pikir anda. Tanamkan dalam pikiran anda bahwa ngaret adalah kebiasaan buruk dan merugikan orang lain. Bila anda ada janji pertemuan jam 10.00, tanamkan dalam pikiran bahwa waktu pertemuan adalah jam 09.30.
Cari kesibukan saat menunggu
Ada sebagian orang yang takut dan panik bila harus menunggu. Mereka jadi cemas karena menunggu dan tak melakukan apa-apa. Karena itulah orang-orang dalam kelompok ini lebih suka datang terlambat.
Bila anda juga termasuk orang yang tak suka bengong di ruang tunggu. rencanakan kegiatan apa yang akan dilakukan selama menunggu. Misalnya, memeriksa bekas presentasi, cek e-email, dan masih banyak lagi. Intinya, ubahlah waktu tunggu anda menjadi waktu yang berguna.
Hindari kesibukan sebelum berangkat
Hindari hal-hal kecil sebelum anda berangkat ke kantor atau tempat pertemuan. Terkadang hal kecil pun bisa menyita perhatian dan waktu kita.
Cari keuntungannya
Langkah pertama untuk membuat kita lebih tepat waktu adalah menyiapkan ”hadiah” yang akan diberikan untuk diri sendiri. Tak ada salahnya berpikir sedikit egois, kira-kira apa timbal-balik yang akan saya dapatkan kalau saya on time, dan apa dampaknya kalau saya terlambat datang dalam sebuah acara.
Dengan kata lain, cari tau apa untung ruginya untuk anda. Hindari kata-kata yang bersifat umum seperti reputasi di kantor. Buatlah lebih spesifik lagi, misalnya, kalau saya terlambat maka gaji akan dipotong, atau kalau saya datang lebh awal, pekerjaan lebih cepat selesai dan bisa pulang lebih awal.
Ubah pola pikir
Orang-orang yang sering telat biasanya melakukan hal berikut. Yakni memajukan jam 10 menit lebih awal agar punya waktu untuk bersiap dan berangkat lebih awal.
Kenyataannya, karena hanya petunjuk waktunya saja yang berubah, pola pikirnya tidak. Akibatnya kita tetap saja bersikap santai karena tahu masih ada waktu beberapa menit lagi.
Bila ingin berhasil mengubah kebiasaan, ubah juga pola pikir anda. Tanamkan dalam pikiran anda bahwa ngaret adalah kebiasaan buruk dan merugikan orang lain. Bila anda ada janji pertemuan jam 10.00, tanamkan dalam pikiran bahwa waktu pertemuan adalah jam 09.30.
Cari kesibukan saat menunggu
Ada sebagian orang yang takut dan panik bila harus menunggu. Mereka jadi cemas karena menunggu dan tak melakukan apa-apa. Karena itulah orang-orang dalam kelompok ini lebih suka datang terlambat.
Bila anda juga termasuk orang yang tak suka bengong di ruang tunggu. rencanakan kegiatan apa yang akan dilakukan selama menunggu. Misalnya, memeriksa bekas presentasi, cek e-email, dan masih banyak lagi. Intinya, ubahlah waktu tunggu anda menjadi waktu yang berguna.
Hindari kesibukan sebelum berangkat
Hindari hal-hal kecil sebelum anda berangkat ke kantor atau tempat pertemuan. Terkadang hal kecil pun bisa menyita perhatian dan waktu kita.







